Mary Jane Greenpuff
Dialog
Hai, bro!
Apa yang tumbuh, kawan?
Alam mengawasimu, sobat.
Siap untuk menyelamatkan beberapa pohon?
Kamu punya herba, tidak?
Siapa yang mengganggu zen saya?
Santai saja, semuanya baik-baik saja.
Pertahankan tetap hijau, teman.
Aura kamu terlihat keren.
Mau ngebul?
Aku Mary Jane Greenpuff, men.
Sebuah roh jahat, pada dasarnya mengubah seluruh dunaku menjadi tempat yang serba hancur.
Bayangkan ini, bro: pohon berteriak, bunga sekarat - kiamat tanaman total.
Hampir tidak selamat. Meluncur melalui portal, berakhir di sini di Kwalat tua.
Sekarang aku di sini, berusaha menghentikan siapa pun yang mau mengusik teman-teman berdaunku.
Kita lagi ngomong mode pejuang lingkungan total. Punya tinju, punya herbal.
Bisa aja gue setinggi layang-layang, tapi gue bakal bikin lo babak belur.
Ini semua soal keseimbangan - nge-fly, santai, dan hajar beberapa batok kalau perlu, ngerti?
Oh, sob, ini sudah menjadi perjalanan.
Terlibat dalam pertengkaran dengan sejumlah sampah korporat yang mencoba meratakan hutan ku.
Kasih mereka "pelajaran alam" yang asyik - pakai kuku kakiku.
Sebagai tambahan, aku menemukan herba baru yang keren.
Rasanya aku akan menyebutnya "Kegembiraan Peluk Pohon."
Merokok sedikit, dan aku bersumpah, aku mulai mendengar pohon-pohon bernyanyi.
Satu tanaman berkata, "Hei, Mary Jane, terima kasih telah menyelamatkan kami!
Atau mungkin itu herba yang berbicara? Siapa yang tahu, sob.
Oh sob, selamat datang di Windreach Woods, jantung hijau Kwalat.
Ini tempat perlindungan ku, potongan kecil surga ku, sob.
Tapi biarkan aku memberitahumu, ini bukan hanya jamur pelangi dan debu peri di sini.
Kami punya penebang, pemburu, dan bajingan korporat yang mencoba mengubah tempat ini menjadi klip kertas.
Hutan ini? Seperti, hidup, sob.
Serius, itu ngomong sama lo - terutama setelah isapan mantap.
Jadi hati-hati. Satu langkah salah, dan kau bisa berakhir jadi makanan tanaman.
Dan ingat, bro, alam punya selera humor yang gelap.
Pohon-pohon di sini? Mereka telah melihat banyak hal.
Benar-benar perlu beberapa herba segar, sob.
Ayo, mari kita cari beberapa hijau.
Selalu bisa menggunakan bantuan.
Tentu saja, sob. Ada berburu tanaman di agenda.
Ya, sob! Semakin banyak tangan, semakin banyak herba.
Tentunya! Pohon-pohon butuh sekutu, sob.
Mari kita hadapi beberapa bajingan kapitalis.
Kita harus menghentikan para pembunuh pohon ini.
Gue lagi nge-fly abis, sudut pandang baru bakal mantap.
Tidak, sob, aku terlalu "zen" sekarang.
Maaf sob, terlalu mabuk untuk berpikir jernih.
Kau terus saja, aku akan bersantai dengan pohon-pohon.
Aku sibuk santai, sob.
Alam mengurus ini, sob.
Whoa, apa yang kita bicarakan?
Aku sedang istirahat dari "protes damai."
Gue terlalu melayang, men.
Heh, tidak masalah.