Wandering Spirit
Dialog
Salam.
Halo di sana.
Senang bertemu.
Ah, pengembara.
Selamat datang.
Aku adalah jiwa yang terombang-ambing, sisa dari masa lampau.
Pernah aku menapaki jalan kehidupan, kini aku bertahan untuk membimbing yang lain.
Namaku telah memudar seiring waktu, namun tujuanku tetap bertahan.
Aku mengamati pasang surut kehidupan, membagikan kebijaksanaan jika memungkinkan.
Dalam kondisi di antara alam ini, kutemukan ketenangan.
Beban dunia fisik tak lagi menekan diriku.
Aku merenungkan arus waktu, senantiasa kontemplatif.
Bisikan hutan menemaniku.
Inilah tempat di mana tirai antara dunia begitu tipis.
Gema masa lalu bergema di sini, menanti untuk ditemukan.
Melangkahlah dengan hati-hati, karena kekuatan tak terlihat sedang berperan.
Saat ini, aku tak memerlukan apa pun.
Kehadiranmu di sini sudah cukup untuk saat ini.
Tak ada bantuan yang dibutuhkan untuk saat ini, namun terima kasih.
Segala sesuatunya sebagaimana mestinya saat ini.
Ada suatu hal yang membebani alam arwah.
Mungkin kau bisa membantu mengatasi kekhawatiran yang tertinggal.
Perjalananmu mungkin sejalan dengan sesuatu yang ingin kuresolusikan.
Ya, bantuanmu bisa membawa keseimbangan.